
Foto: saat pembukaan MTQ Pamekasan (dok/detektifjatim). PAMEKASAN, detektifjatim.com – Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXII Kabupaten Pamekasan resmi dibuka, di area Monumen Arek Lancor, Selasa (22/9/2026).
Pembukaan MTQ tahun ini mengusung tema “MTQ sebagai Momentum Membumikan Al-Qur’an dan Mewujudkan Generasi Pamekasan yang Qur’ani”.
Bupati Kholilurrahman mengatakan, Al-Qur’an memiliki tempat yang sangat istimewa dalam kehidupan seorang Muslim. Al-Qur’an tidak hanya menjadi pedoman dalam beribadah, akan tetapi juga menjadi sumber nilai, akhlak dan tuntunan dalam membangun kehidupan bermasyarakat.
“Al-Qur’an itu secara keseluruhan merupakan akhlak dari Rasulullah SAW. Ketika kita mengadakan kegiatan apapun terkait Al-Qur’an maka di situ terkandung nilai-nilai yang sangat positif yang akan membawa kita kepada kemajuan hakiki yaitu baldatun toyyibatun warabbun ghafur,” ujarnya.
Ia menjelaskan pelaksanaan MTQ ke-XXXII hendaknya dimaknai sebagai momentum untuk semakin mendekatkan masyarakat, khususnya generasi muda pada nilai-nilai Al-Qur’ani.
“Saya yakin dekadensi dan seluruh perubahan negatif pada saat ini tidak akan bisa diatasi kecuali dengan bersama-sama kembali kepada nilai-nilai Al-Qur’ani. Kita sangat membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, akan tetapi juga memiliki akhlak mulia, keteguhan iman, serta kepedulian terhadap sesama,” tegasnya.
Menurutnya, membumikan Al-Qur’an berarti menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan nyata. Tidak cukup hanya dibaca dengan suara indah dan dihafal ayatnya, tetapi harus dihadirkan dalam sikap, perilaku, cara bermasyarakat dan cara bekerja.
“Sementara mewujudkan generasi Pamekasan yang Qur’ani berarti membangun generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dan pedoman hidup, yang memiliki iman kuat, akhlak baik, ilmu luas dan kepedulian terhadap sesama,” jelasnya.
Bupati berharap MTQ tidak hanya berhenti pada panggung lomba dan penentuan juara. Ukuran keberhasilan MTQ bukan hanya berapa banyak piala yang diraih, tetapi seberapa jauh nilai Al-Qur’an tumbuh di dalam keluarga, sekolah, pesantren dan pemerintahan.
“Kita ingin anak-anak kita bukan hanya pandai membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan kandungannya, berperilaku jujur, santun dalam pergaulan, disiplin, hormat kepada orang tua dan guru, serta peduli kepada sesama,” katanya.
Ia juga menekankan komitmen Pemkab Pamekasan untuk menerapkan sistem pendidikan terpadu, dimana pendidikan umum dan agama harus berjalan seiring dan seirama.
“Saya tidak ingin pendidikan umum terlepas dari agama, saya juga tidak ingin pendidikan agama terlepas dari umum. Saya minta Dinas Pendidikan dan OPD lain juga belajar Al-Qur’an bersama,” tukasnya. (azm/ady).

Tidak ada komentar