
PAMEKASAN, detektifjatim.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan mengakui adanya pembuangan sampah hasil tebangan pohon di kawasan Desa Bettet, Kecamatan Pamekasan. DLH menyatakan siap memperbaiki persoalan tersebut dan memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Sebelumnya, aktivitas pembuangan sampah oleh kendaraan pengangkut milik DLH tersebut dikeluhkan warga. Sampah yang awalnya didominasi dedaunan kering disebut semakin beragam, mulai dari sampah rumah tangga hingga limbah basah.
Tumpukan sampah tersebut menimbulkan bau menyengat dan mengganggu kenyamanan warga. Selain itu, warga juga khawatir terhadap potensi kebakaran akibat tumpukan sampah kering di lokasi tersebut.
Seorang warga Desa Bettet berinisial WY mengaku khawatir apabila kondisi tersebut terus berulang dan menyebabkan tumpukan sampah semakin besar.
“Saya khawatir sekali Pak jika ini terus-menerus terjadi dan jadi tumpukan sampah yang semakin menggunung. Baunya sangat tidak enak dan menusuk hidung, belum lagi potensi bahaya kebakaran seperti yang pernah hampir terjadi sebelumnya,” ujarnya.
Kepala DLH Pamekasan, Supriyanto, mengakui adanya kejadian tersebut. Menurutnya, pembuangan sampah dilakukan akibat kelalaian petugas tanpa sepengetahuan atasan langsung.
“Saya minta maaf atas kejadian ini karena kelalaian petugas kami yang telah membuat ketidaknyamanan masyarakat Bettet. Kelalaian ini tanpa sepengetahuan dari atasan langsung mereka,” kata Supriyanto saat dikonfirmasi, Rabu (19/8/2026).
Supriyanto menjelaskan, sampah yang dibuang tersebut merupakan hasil tebangan pohon. Ia mengaku telah memberikan pembinaan kepada petugas terkait agar kejadian serupa tidak terulang.
Selain itu, petugas DLH juga telah mendatangi kepala desa setempat untuk menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.
“Tadi malam petugasnya sudah mendatangi Pak Klebun untuk minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi. Jika perlu akan mengangkut kembali untuk dibawa ke TPA,” ujarnya.
Pri-sapaa akrabanya- menyatakan, DLH Pamekasan memastikan persoalan tersebut akan ditangani dan sampah hasil tebangan pohon akan diperbaiki pengelolaannya.
“Agar tidak kembali mengganggu warga sekitar,” tegasnya. (ady)

Tidak ada komentar