
Foto: saat Santri-Siswa keliling kota Pamekasan dengan odong-odong (dok/ist). PAMEKASAN, Detektifjatim.com – Ribuan Santri-Siswa ikuti pawai taaruf memperingati malam 1 Muharam 1448 Hijriyah, Senin (15/6/2026).
Pawai taaruf diikuti ribuan santri dari 59 sekolah di Pamekasan. Mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga sekolah swasta dan pesantren.
Para santri ini menaiki odong-odong yang disiapkan oleh sekolah. Mereka berkeliling perkotaan dan kembali ke Masjid Agung Assyuhada.
Uniknya, mereka memakai pakaian serta putih dengan atribut beragam dan unik. Sebagain juga membawa lampu lampion.
Ketua Umum Takmir Masjid Agung Assyuhada Pamekasan, KH M Shohebuddin menyampaikan pawai digelar setiap tahun untuk memperingati tahun baru islam, 1 Muharram 1448.
“Ini dalam rangka syiar kita dan meningkatkan keimanan kita,” katanya.
Dikatakan, pada momentum ini juga dalam ragka menjaga hubungan antar sekolah, siswa dan santri agar terjalin baik.
“Peserta pawai dari luar Masjid Agung Assyuhada mencapai 1000 orang lebih,” tambahnya.
Sementara peserta karnaval jumlahnya mencapai ratusan santri dan siswa. Sekitar 2000 santri dan siswa yang berkeliling Kota Pamekasan.
“Ini rutin setiap tahun. Mengajak siswa dan santri selalu ingat dengan tahun baru islam dan merayakannya dengan kegiatan positif,” ucapnya.
Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menyampaikan mendukung kegiatan pawai peringatan 1 Muharram 1448 yang digelar Masjid Agung Assyuhada.
“Ini kegiatan yang positif terhadap generasi muda. Memperingati 1 Muharram dengan mengenang Rosulullah,” katanya.
Pihaknya menambahkan, momentum 1 Muharram adalah momentum memperbaiki diri. Termasuk menjadi renungan bagi generasi muda, makna peringatan 1 Muharram untuk memulai kehidupan yang lebih baik pada tahun 1448 Hijriyah.
Salah satu siswa, Aisha Salsabila Putri mengaku senang dengan adanya pawai taaruf. Sehingga siswa tidak hanya ingat pada tahun baru 1 Januari saja.
“Kegiatan ini kami senang. Mengajarkan kita tidak hanya tahun baru masehi saja,” ucapnya. (azm/ady).

Tidak ada komentar