x

Polres Bangkalan Selidiki Dugaan Pelecehan terhadap Siswi SDN Banyuajuh 2

2 minutes reading
Thursday, 7 May 2026 16:23 12 detektif_jatim

BANGKALAN, detektifjatim.com – Polres Bangkalan tengah menyelidiki kasus dugaan pelecehan terhadap seorang siswi kelas 5 SDN Banyuajuh 2, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan berinisial KLA (11).

Kasus tersebut dilaporkan keluarga korban setelah anak mereka diduga mengalami tindakan tidak pantas yang dilakukan seorang pria berinisial IBR, warga Perumnas Kamal, Bangkalan.

Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama membenarkan bahwa laporan tersebut saat ini sedang ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Bangkalan.

“Benar, laporan terkait dugaan pelecehan terhadap anak tersebut saat ini sedang ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polres Bangkalan. Sejumlah pihak sudah dimintai keterangan dan proses penyelidikan masih terus berjalan,” ujarnya, Kamis (07/05/2026).

Ia menambahkan, pihak kepolisian akan menangani perkara tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku dengan mengedepankan perlindungan terhadap korban anak.

“Saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Untuk perkembangan lebih lanjut nanti akan kami sampaikan kembali,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa itu disebut terjadi pada Sabtu, 17 Januari 2026, sepulang sekolah. Saat itu korban keluar dari rumah neneknya untuk membeli minuman di sekitar lokasi tempat tinggal terduga pelaku.

Menurut keterangan keluarga, korban sempat dipanggil oleh terduga pelaku untuk bersalaman. Karena mengenal pelaku yang sebelumnya pernah menjadi pelatih grak jalan di sekolahnya, korban kemudian menghampiri.

Namun tak lama kemudian, korban diduga mengalami tindakan tidak pantas hingga membuatnya ketakutan dan menangis. Korban akhirnya berhasil meninggalkan lokasi dan kemudian dijemput keluarganya setelah ditenangkan warga sekitar.

Setelah tiba di rumah, korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orang tua. Keluarga kemudian melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian agar diproses sesuai hukum yang berlaku.

Keluarga korban mengatakan, kondisi psikologis korban kini berubah pascakejadian tersebut. Korban disebut mengalami ketakutan dan tidak berani beraktivitas sendiri. (San)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x