(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
x

Sambut Harlah PMII dan Hari Kartini, PK PMII IAI-MU Gelar Bagi-Bagi Takjil

2 minutes reading
Thursday, 13 Apr 2023 11:06 0 158 detektif_jatim

Pamekasan, DETEKTIF Jatim – Dalam momentum Peringatan Harlah PMII dan momentum hari kartini di bulan Ramadan, puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Institut Agama Islam Miftahul Ulum Pamekasan menggelar aksi berbagi Takjil dan Doa Bersama, Kamis (13/04/2023).

Aksi berbagi takjil dilaksanakan di lokasi Jl. Raya Kacok Palengaan mulai pukul 16:30 hingga menjelang maghrib. Start bagi-bagi takjil dimulai dari depan Sekretariat PMII IAI-MU Pamekasan.

Kegiatan tersebut diikuti oleh pengurus dan anggota PMII Komisariat IAI-MU dan disambut ramai oleh pengguna jalan raya serta masyarakat sekitar yang melintas.

Moh. Rifki selaku Ketua I Bidang Kaderisasi mengatakan, rangkaian kegiatan Peringatan Harlah PMII dan momentum hari kartini diawali dengan berbagi takjil, lalu buka bersama di Sekretariat PMII IAI-MU Pamekasan.

“Harlah PMII dan hari kartini tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadan. Karena bertepatan dengan bulan Ramadan, kami memperingati hari besar itu dengan bagi-bagi takjil, buka bersama, doa bersama sekaligus agenda follow up MAPABA angkatan 2023,” ungkapnya.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini para kader dapat meneladani para muassis PMII dan RA. Kartini sebagai tokoh nasional,” harapnya mengakhiri.

Dalam upaya meneladani sosok R.A Kartini, Nur Umamah, Ketua Kopri Komisariat IAI-MU mengupayakannya melalui kegiatan bagi-bagi takjil di bulan Ramadan dengan harapan menumbuhkan jiwa empati kepada orang lain, terutama orang-orang yang butuh pertolongan ataupun bantuan.

“Dengan adanya kegiatan ini semoga bisa memberikan semangat juang atau membangkitkan lagi semangat Kopri untuk terus berdaya dan cerdas secara intelektual dan tidak ada lagi budaya patriarki,” harapnya.

Lebih lanjut, Umamah mencontohkan kaderisasi Kopri pada jaman kolonial yang mana perempuan dianggap kelas dua, lalu perjuangannya sebatas di dapur, sumur dan kasur. Sekarang, menurut Umamah, perempuan bisa memilih ingin berkiprah dimana pun.

“Di dunia pergerakan, kader perempuan berhak dan layak menjadi pemimpin, menyuarakan pendapat, berkarya dan berprestasi. Karena perempuan cerdas akan melahirkan generasi-generasi yang berkualitas,” tutup Umamah. (vick)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x