
SUMENEP, detektifjatim.com – Sekitar 500 siswa SMK bidang kemaritiman dari berbagai daerah mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Sumenep, 26–29 Oktober 2026. Pelaksanaan ujian di luar daerah asal ini menjadi solusi agar siswa tetap dapat mengikuti evaluasi akademik tanpa meninggalkan kewajiban Praktik Kerja Lapangan (PKL) di sektor kelautan.
Para siswa tersebut tengah menjalani PKL di wilayah perairan, sehingga keberadaan mereka di atas kapal menjadi tantangan tersendiri ketika jadwal TKA tiba. Untuk mengatasi kendala jarak dan mobilitas, pihak sekolah berkoordinasi dengan nakhoda kapal serta otoritas pendidikan di Sumenep agar siswa dapat mengikuti ujian di lokasi terdekat.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 4 Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Grobogan, Blora, dan Rembang, Sukamto mengatakan pelaksanaan TKA di Sumenep secara umum berjalan lancar berkat dukungan dan koordinasi lintas wilayah.
“Secara umum, setelah saya cek langsung di lapangan, pelaksanaan berjalan lancar. Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak, baik sekolah maupun Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep, atas bantuan dan dukungannya sehingga pelaksanaan TKA bisa berjalan baik,” ujar Sukamto, Kamis (29/10/2026).
Menurut Sukamto, pelaksanaan TKA di Sumenep tidak terlepas dari kewajiban siswa SMK kemaritiman menjalani PKL. Ketika jadwal ujian tiba, sebagian siswa masih berada di laut untuk melaksanakan praktik sesuai program pendidikan.

“Prinsipnya, kami ingin memudahkan. Saat TKA berlangsung, anak-anak masih menjalani PKL. Setelah berkoordinasi, ternyata posisi mereka dekat dengan wilayah Sumenep. Pengalaman tahun lalu juga berjalan baik, sehingga pola ini kembali diterapkan,” jelasnya.
Ia menegaskan, keberlangsungan pendidikan siswa membutuhkan sinergi antara sekolah, dunia industri, dan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar siswa tetap memperoleh hak pendidikan sekaligus pengalaman kerja sesuai bidang keahliannya.
“Keberlanjutan pendidikan intinya adalah kolaborasi. Kami berharap sinergi sekolah, industri, dan pemerintah daerah terus ditingkatkan. Dengan kolaborasi yang kuat, kualitas siswa akan semakin baik dan manfaatnya juga dapat dirasakan masyarakat,” katanya.
Kepala SMKN 2 Rembang, Gatot Raharjo, mengatakan pihaknya turut membantu koordinasi sekitar 11 SMK bidang kemaritiman yang siswanya menjalani PKL di wilayah Juwana. Para siswa dari sejumlah sekolah tersebut kemudian difasilitasi untuk mengikuti TKA di wilayah Sumenep.
“Peserta tidak hanya berasal dari Jawa Tengah. Ada juga siswa dari Probolinggo, Padang, Yogyakarta, Bantul, dan Rembang yang mengikuti ujian melalui skema tersebut,” terangnya.
Selain di SMKN 1 Sumenep dan SMKN 1 Kalianget, pelaksanaan TKA juga difasilitasi melalui koordinasi dengan sekolah di Kecamatan Arjasa. Kelompok siswa yang mengikuti ujian di wilayah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 100 orang.
Gatot menjelaskan, antisipasi terhadap kendala telah dilakukan sejak tahap pendaftaran. Pihak sekolah berkoordinasi dengan nakhoda untuk memastikan posisi kapal dan keberadaan siswa, sekaligus mengajukan permohonan kepada pihak terkait di Sumenep agar pelaksanaan ujian dapat difasilitasi.
“Gangguan tersebut berkaitan dengan kendala teknis yang juga terjadi secara nasional, sehingga pihak sekolah dan siswa dapat memahami penjadwalan ulang tersebut,” ucap Gatot.
Kepala Cabdindik Jawa Timur Wilayah Sumenep, Rusliy, mengapresiasi koordinasi lintas wilayah dalam memastikan siswa tetap dapat mengikuti TKA di tengah kewajiban PKL.
“Kami di Sumenep selalu siap berkolaborasi dengan pihak mana pun demi pendidikan yang berdampak. Terima kasih juga kami sampaikan kepada Kacabdisdik Wilayah 4 Jawa Tengah yang telah memilih Sumenep sebagai lokasi bagi para siswa PKL untuk mengikuti TKA. Semoga ke depannya komunikasi yang baik ini tetap terjalin,” harapnya. (zun/ady).




Tinggalkan Balasan