x

Ribuan Alumni Ponpes dan Santri Palengaan Pamekasan Gusur Bangunan Indomaret

waktu baca 2 menit
Rabu, 7 Okt 2026 10:19 105 Jurnalis

PAMEKASAN, detektifjatim.com – Bangunan gerai ritel modern Indomaret yang berlokasi di Desa Panaan Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan digusur alumni Pondok Pesantren (Ponpes) dan santri, Rabu (7/10/2026).

Pantauan dilokasi, mereka datang pukul 09:00 Wib dengan membawa backhoe loader. Usai berorasi, mereka kemudian lansung menggusur bangunan ritel modern tersebut.

Camat Palengaan Pamekasan, Hasyim Abddurahim mengatakan, pihaknya hanya hadir mengecek kondusifitas wilayah.

“Saya hadir untuk memastikan kondusifitas,” singkatnya.

Sebelumnya, beredar surat pernyataan penolakan pada gerai ritel modern Indomaret tersebut.

Surat tersebut diketahui ditandatangani 14 pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) dan tokoh se-Kecamatan Palengaan dan beredar luas, Selasa (6/10/2026) pagi.

Menanggapi surat tersebut, salah satu perwakilan Ponpes, dalam video yang beredar, Bahrowi menyampaikan, agar surat pernyataan tersebut diindahkan oleh pemangku kebijakan.

Menurut Bahrowi, jika tidak ada realisasi atau pembuktian di lapangan maka pihaknya sebagai santri dan alumni serta pecinta para ulama akan bergerak turun jalan.

“Insyaallah kita bertemu dalam perjuangan membela para guru kami yakni pada hari rabu pagi jam 8 kita bertemu dilapangan,” tegas Bahrowi pada video tersebut.

Sebelumnya, gerai ritel modern Indomaret ini sempat ditolak pada bulan Juli lalu. Namun, Tim perizinan Indomaret Madura, Bowo mengatakan semua prosedur sudah dilakukan jauh sebelum pendirian Indomaret tersebut dikerjakan.

“Cek sertifikat sudah atas nama sendiri pemilik. Persetujuan lingkungan sudah. 10 orang sekitar gerai menyetujui sudah bersedia tanda tangan. Kepala Desa (Kades) sudah, mendatangi tokoh ulama terdekat sudah,” ujarnya, Senin (20/7/2026) lalu.

Sambung Bowo, setelah ke notaris, pihak Indomaret lakukan pembayaran penyewaan pada pemilik tanah.

“Baru dibawa ke notaris, lalu dilakukan penyewaan dan pengerjaan. Prosesnya diurus jauh sebelum di bangun,” tukasnya.

Sementara itu, saat berupaya diminta tanggapan melalui WhatsApp, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman belum memberikan tanggapan. (azm/ady).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x