
Foto: Keseruan KKN UA Posko 09 praktik pembuatan kompos Sumenep, Detektifjatim.com– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah (UA) Posko 09 PP Agung Damar menggelar praktik pembuatan kompos sederhana sebagai upaya memperkenalkan pengelolaan sampah organik kepada masyarakat pesantren, Senin (14/9/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di PP Agung Damar, Desa Pakamban Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Green Action yang mengangkat tema “Penguatan Kesadaran Ekologis melalui Edukasi dan Praktik Pengelolaan Sampah Berbasis Daur Ulang.”
Praktik pembuatan kompos didampingi langsung oleh Machallafri Iskandar dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep. Peserta diperkenalkan pada cara sederhana mengolah sampah organik menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali.
Melalui praktik tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis mengenai persoalan sampah, tetapi juga diajak melihat secara langsung bahwa sampah organik dapat memiliki nilai guna apabila dikelola dengan metode yang tepat.
Machallafri Iskandar menjelaskan bahwa pengolahan sampah organik menjadi kompos merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan pesantren. Menurutnya, pengelolaan sampah akan lebih efektif apabila dilakukan secara kolektif dan didukung dengan adanya wadah atau komunitas yang bergerak dalam pengelolaan lingkungan.
Ketua KKN UA Posko 09, Mamluatul Hasanah, mengatakan bahwa praktik tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun perspektif baru terhadap sampah. “Persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan membuangnya. Kita perlu membangun kesadaran bahwa sebagian sampah masih dapat dikelola dan dimanfaatkan. Karena itu, praktik seperti pembuatan kompos menjadi langkah sederhana untuk mengubah cara pandang sekaligus perilaku terhadap sampah,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan peserta mengikuti proses pembuatan kompos dan memperoleh penjelasan langsung dari pendamping. Praktik tersebut diharapkan dapat menjadi pengetahuan yang dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan pesantren maupun tempat tinggal masing-masing.
KKN UA Posko 09 berharap praktik pembuatan kompos sederhana ini tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi, tetapi dapat menjadi langkah awal pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan di lingkungan PP Agung Damar. Dengan demikian, sampah tidak hanya dipandang sebagai persoalan kebersihan, tetapi juga sebagai sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan melalui pengelolaan yang tepat. (*/Zun)

Tidak ada komentar