
BANGKALAN, detektifjatim.com – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan memperingati Haul ke-56 Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, dengan menggelar doa bersama dan santunan anak yatim.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor DPC PDI Perjuangan Bangkalan itu menjadi momentum untuk mengenang jasa sang proklamator sekaligus meneguhkan semangat kebangsaan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Bangkalan, Lukman Hakim, mengatakan Bung Karno merupakan tokoh besar yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi lahir dan berdirinya bangsa Indonesia.
“Sebagai bentuk rasa syukur, bangsa Indonesia telah dianugerahi sosok proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia. Karena itu, sudah sepantasnya kita terus mengenang dan mendoakan Bung Karno,” ujarnya.
Menurut Lukman, mengenang Bung Karno tidak hanya dilakukan melalui seremoni tahunan, tetapi juga dengan meneladani pemikiran, perjuangan, dan cita-cita yang diwariskannya kepada bangsa Indonesia.
Pria yang saat ini menjabat sebagai Bupati Bangkalan itu menegaskan pesan Bung Karno yang terkenal, yakni Jas Merah atau “Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah”, harus terus menjadi pegangan generasi saat ini. Sebab, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.
“Kita tidak boleh melupakan jasa-jasa para pahlawan. Semangat Jas Merah harus terus hidup. Bagaimana ide, gagasan, dan cita-cita Bung Karno dalam membangun bangsa dan negara dapat terus kita lanjutkan,” katanya.
Selain doa bersama, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan ungkapan syukur keluarga besar PDI Perjuangan Bangkalan.
“Kegiatan ini juga menjadi tasyakuran keluarga besar partai sekaligus sarana mempererat silaturahmi antara kader, tokoh agama, dan masyarakat,” ucapnya.
Sejumlah ulama dan kiai khos Kabupaten Bangkalan turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Ketua PCNU Bangkalan KHR Makki Nasir, KH Ahmad Zubair, KH Karror Aschahl, dan KH Ahmad Fauzi.
Doa dan tahlil yang dipanjatkan bersama para ulama tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan haul, sekaligus harapan agar nilai-nilai perjuangan Bung Karno tetap hidup dan menjadi inspirasi dalam membangun Indonesia yang lebih maju. (San)

Tidak ada komentar