
BANGKALAN, detektifjatim.com – Beras Bantuan Pangan (Banpang) yang sebelumnya ditolak puluhan kepala desa di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, mulai diganti oleh Bulog. Beras pengganti tersebut kini didistribusikan secara bertahap ke 23 desa penerima manfaat.
Proses penggantian dilakukan setelah para kepala desa memprotes kualitas beras bantuan yang dinilai tidak layak konsumsi karena berwarna kuning kecoklatan. Keluhan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Bulog dengan menarik beras lama dan menggantinya dengan stok baru.
Perwakilan kepala desa di Kecamatan Tanah Merah, Zaiqulhak Alfarisi, mengatakan distribusi beras pengganti sudah mulai dilakukan sejak Minggu malam.
“Tadi malam sudah mulai dikirim ke beberapa desa. Hari ini dilanjutkan lagi ke sejumlah desa lainnya,” ujar Zaiqulhak, Senin (08/06/2026).
Menurut Kepala Desa Pangeleyan itu, Bulog terlebih dahulu memperlihatkan sampel beras yang akan didistribusikan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas beras yang diterima masyarakat sesuai harapan.
Hasilnya, beras pengganti dinilai memiliki kualitas yang jauh lebih baik dibandingkan beras sebelumnya.
“Alhamdulillah berasnya bagus. Warnanya lebih putih, bersih dan tidak berbau,” katanya.
Ia mengapresiasi respons cepat Bulog yang bersedia mengganti beras yang dipersoalkan oleh pemerintah desa. Menurutnya, langkah tersebut penting agar bantuan yang diterima masyarakat benar-benar layak untuk dikonsumsi.
“Alhamdulillah, pihak Bulog terbuka dan cepat merespons untuk melakukan penggantian,” tambahnya.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Madura, Ahmad Rofi’i, memastikan seluruh beras yang dikeluhkan akan diganti. Total sekitar 56 ton beras bantuan untuk Kecamatan Tanah Merah telah disiapkan untuk menggantikan stok sebelumnya.
“Kami langsung berkoordinasi dengan para kepala desa dan melakukan penggantian dengan beras baru,” ujarnya. (San)

Tidak ada komentar