x

IKAMA Kutuk Aksi Anarkis Oknum Mengatasnamakan Madura, Dorong Pembubaran Ormas Bermasalah

2 minutes reading
Thursday, 1 Jan 2026 02:55 278 detektif_jatim

BANGKALAN, detektifjatim.com – Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) mengutuk keras aksi anarkis yang dilakukan oknum yang mengatasnamakan komunitas Madura. Aksi tersebut dinilai mencederai nilai budaya Madura serta merusak citra warga Madura yang selama ini dikenal menjunjung tinggi etika, agama, dan kemanusiaan.

Ketua Umum DPP IKAMA, H Rawi, menegaskan bahwa tindakan kekerasan, termasuk insiden yang menimpa seorang nenek di Surabaya, sama sekali tidak mencerminkan karakter orang Madura. Menurutnya, masyarakat Madura berpegang pada falsafah bapak, bebu, guru, ratong serta prinsip di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

“Kalau ada yang bertindak anarkis, apalagi terhadap seorang nenek, itu adalah oknum. Itu justru dikutuk oleh seluruh komunitas Madura, baik di dalam negeri maupun di perantauan,” kata Rawi saat memberikan keterangan pers di Kantor DPP IKAMA Bangkalan.

Ia mengungkapkan, dampak dari aksi tersebut dirasakan luas oleh masyarakat Madura di berbagai daerah dan luar negeri. Keluhan bahkan datang dari komunitas Madura di Jepang, Arab Saudi, Malaysia, Mesir, hingga wilayah Kalimantan dan Papua, yang merasa citra mereka ikut tercoreng akibat ulah segelintir orang.

Dalam kesempatan itu, IKAMA menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Jawa Timur dan jajaran kepolisian atas langkah cepat dan tegas dalam menangani kasus tersebut. Rawi berharap penegakan hukum dilakukan secara menyeluruh agar menimbulkan efek jera dan mencegah kejadian serupa terulang.

IKAMA juga mengimbau generasi muda Madura yang belum memiliki pekerjaan agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu, termasuk kelompok atau ormas yang memanfaatkan kondisi ekonomi untuk melakukan tindakan melanggar hukum.

“Banyak dari mereka terjebak karena tidak punya pekerjaan. Dikasih uang sedikit lalu disuruh anarkis. Ini yang harus kita hentikan bersama,” tegasnya.

Sebagai solusi, IKAMA menawarkan program ekonomi kerakyatan berupa koperasi usaha mandiri, pelatihan kerja, serta penyaluran tenaga kerja ke berbagai sektor seperti keamanan, UMKM, dan pelayaran. IKAMA membuka ruang bagi anak-anak muda Madura untuk dibina dan diarahkan ke pekerjaan yang legal dan produktif.

Terkait maraknya aksi kekerasan yang melibatkan organisasi tertentu, Rawi menyatakan dukungannya terhadap langkah kepala daerah untuk membubarkan ormas yang terbukti anarkis dan meresahkan masyarakat, meskipun telah memiliki izin resmi.

“Kalau ormas itu melanggar hukum dan membuat kegaduhan, saya sangat setuju dibubarkan. Tapi sumber daya manusianya harus dibina dan dilatih ulang agar berguna bagi masyarakat,” ucapnya

IKAMA berharap memasuki tahun 2026, pembangunan lapangan kerja di Madura dapat diperkuat sehingga pengangguran, kriminalitas, dan aksi premanisme dapat ditekan, serta martabat Madura tidak kembali tercoreng oleh ulah segelintir oknum. (San)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x