(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Monday, 24 Jun 2024
x

APBD Sumenep Tertinggi di Madura, Serapan Kalah sama Bangkalan

2 minutes reading
Tuesday, 21 May 2024 09:01 0 87 detektif_jatim

MADURA, detektifjatim.com – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep 2024 tertinggi di Madura, Selasa (21/04/2024). Namun, realisasinya masih kalah dengan Kabupaten Bangkalan

Berdasarkan data dan penelusuran detektifjatim.com, APBD Kabupaten Sumenep mencapai Rp2.796,37 Miliar (Rp2,7 Triliun). Jumlah itu termasuk dengan penghitungan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp326,26 Miliar.

Per bulan Mei 2024 serapan APBD Kabupaten ujung timur Madura itu baru mencapai Rp504,98 Miliar atau 18.06 persen. Realisasi anggaran tersebut masih kalah dengan Kabupaten Bangkalan yang mematok APBD mencapai Rp 2.502,06 (Rp 2,5 Triliun).

Namun, realisasinya lebih tinggi dibanding Kabupaten Sumenep. Realisasi APBD Kabupaten Bangkalan mencapai Rp598,43 Miliar atau 23.88 persen.

Sementara APBD tertinggi nomor tiga di Madura adalah Kabupaten Pamekasan. Pemkab Gerbang Salam mematoknya dengan angka Rp2.238,98 Miliar (Rp2,2 Triliun). Serapan anggarannya mencapai Rp360,74 Miliar atau 16.11 Persen

Pemilik APBD terkecil di Madura adalah Kabupaten Sampang. Jumlahnya hanya di kisaran angka Rp2.051,99 Miliar (Rp2 Triliun). Hingga bulan Mei 2024 realisasinya sudah mencapai 302,51 Miliar atau 14.74 persen.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangkalan Abdul Azis  mengatakan, angka tersebut masih tergolong normal, sebab realisasi kegiatan rata-rata masih proses penyesuaian dan persiapan.

“Seperti kegiatan pengerjaan fisik, saat ini masih proses lelang, jadi anggarannya belum dicairkan,” ujarnya, Selasa (21/05/2024).

Dia menjelaskan, jika mengacu pada prosentase, jumlah belanja yang paling tinggi sejauh ini adalah belanja bantuan keuangan dan dana bagi hasil yang dalam hal ini dalam bentuk DD dan ADD yakni sebanyak 68,18 persen dari total pagu sebesar Rp. 609,78 miliar.

“Karena Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap pertama sebagian sudah cair, kalau gaji pegawai masih standar sesuai triwulan,” katanya.

Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Sumenep Fardiansyah mengaku tidak tahu serapan APBD Sumenep tersebut

Menurut Dian-sapaan akrabnya- dia hanya mengetahui dari sisi anggarannya saja. Sebab, ada tim khusus yang biasa mengkroscek serapan anggaran

“Saya tidak tahu. Saya tahunya dari sisi anggaran saja. Biasanya yang kroscek bagian akuntansi,” ujarnya (san/fai/luq/vhy/rd)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x