
SUMENEP, detektifjatim.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep mengisi sesi penguatan digital dalam kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa (MABIT) SMPI Nurul Bayan, Kamis (22/10/2026).
Di hadapan siswa kelas 8 dan 9, Diskominfo mengenalkan kebiasaan sederhana bernama “jeda sebelum klik” untuk menghadapi penipuan, hoaks, dan ancaman di ruang digital. Materi disampaikan oleh Gunawan Sujana, S.ST. Penelaah Teknis Kebijakan pada Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sumenep.
Gunawan mengajak siswa berhenti sejenak sebelum menanggapi pesan, tautan, atau ajakan di internet, lalu menjawab tiga pertanyaan: siapa dia, apa maunya, dan apa risikonya jika diikuti.
“Pekerjaan saya sehari-hari memantau apa yang ramai di internet. Dari situ saya melihat, yang paling sering diincar dari remaja adalah perhatian, data, dan uangnya. Kabar baiknya, semua itu bisa dijaga dengan satu kebiasaan kecil: berhenti tiga detik sebelum klik,” ujar Gunawan.
Sesi berlangsung interaktif. Siswa berdiskusi dalam kelompok membahas empat kasus yang dekat dengan keseharian remaja, mulai dari akun asing yang mengajak pindah ke chat pribadi lalu meminta foto, tawaran top up murah yang menjadi pintu masuk judi online, penyebaran tangkapan layar chat pribadi di grup kelas, hingga pesan berantai berisi hoaks.

Peserta juga mengikuti permainan “Aman, Cek Dulu, atau Bahaya?” untuk menguji kemampuan mengenali situasi berisiko. Materi turut dikaitkan dengan nilai keislaman melalui prinsip tabayyun dalam QS. Al-Hujurat ayat 6, yakni meneliti kebenaran sebuah kabar sebelum mempercayai dan menyebarkannya. Siswa juga diingatkan bahwa jejak digital bersifat permanen dan dapat ditelusuri bertahun-tahun kemudian.
Gunawan menekankan pentingnya keberanian untuk bercerita. “Kalau sudah terlanjur, itu bukan akhir. Yang salah adalah orang yang mengancam, bukan kalian. Ceritakan ke orang tua atau guru BK,” katanya. Ia juga mengenalkan layanan pengaduan SAPA 129 milik Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta kanal aduankonten.id dari Kementerian Komunikasi dan Digital.
Pengasuh Yayasan Nuru Bayan Hj. Nyai Honaniah menjelaskan kolaborasi ini adalah bagian dari ikhtiar bersama antara Pemerintah dan Lembaga Pendidikan mempersiapkan mental, skill dan ahlak generasi muda kita, di tengah gempuran era digital dan AI yang sangat pesat.
Kegiatan ditutup dengan ikrar bersama “Pengguna Digital Cerdas” dan doa kafaratul majelis. Kegiatan ini sejalan dengan Edukasi Publik Serentak Pelindungan Anak di Ruang Digital (Program PERISAI ANAK) yang juga digelar Diskominfo Sumenep pada 22 Oktober 2026. (*/ady)




Tinggalkan Balasan