x

Bupati Sumenep Tuntut Pelajar Kritisi Informasi, Hasilkan Gagasan dan Karya

waktu baca 2 menit
Selasa, 6 Okt 2026 16:59 36 Jurnalis

SUMENEP, detektifjatim.com – Di tengah derasnya arus informasi digital, pelajar tidak cukup hanya pandai membaca. Mereka dituntut mampu berpikir kritis, memilah informasi, memeriksa kebenaran, hingga berani menghasilkan gagasan dan karya.

Pesan itu disampaikan Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H. saat menghadiri Pekan Literasi 2026 SMAN 1 Sumenep, Selasa (6/10/2026).

Fauzi menegaskan, tantangan literasi saat ini jauh lebih kompleks. Pelajar tidak hanya berhadapan dengan keterbatasan akses terhadap bacaan, tetapi juga menghadapi banjir informasi yang belum tentu benar di ruang digital.

“Budaya literasi bukan hanya membaca dan menulis. Literasi juga kemampuan memahami informasi, mengolah pengetahuan, serta menyampaikan gagasan dengan baik,” kata Fauzi.

Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi modal penting bagi generasi muda agar tidak mudah terpengaruh informasi yang beredar tanpa mengetahui sumber maupun kebenarannya.

Karena itu, ia meminta pelajar tidak menjadi konsumen pasif informasi di media sosial. Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana memperluas pengetahuan, mengembangkan kreativitas, dan menghasilkan karya yang bernilai.

“Pelajar harus memanfaatkan kemajuan teknologi untuk belajar dan berkarya. Jangan mudah percaya informasi, tetapi gunakan media digital untuk hal yang produktif,” ujarnya.

Fauzi mengatakan, kemampuan membaca secara kritis harus berjalan beriringan dengan kemampuan menulis dan menyampaikan gagasan. Pelajar perlu dibiasakan bertanya, berdiskusi, menguji informasi, serta membangun argumentasi berdasarkan pengetahuan yang benar.

Ia juga meminta sekolah tidak menjadikan kegiatan literasi sekadar agenda tahunan. Budaya membaca, menulis, berdiskusi dan berkarya harus dibangun menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan siswa.

“Pekan Literasi jangan berhenti sebagai kegiatan seremonial. Yang lebih penting adalah bagaimana kegiatan ini mampu menumbuhkan kebiasaan positif yang terus berkembang di lingkungan sekolah,” tegasnya.

Bupati menilai, sekolah memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan zaman. Sebab, kualitas sumber daya manusia tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh cara seseorang memahami informasi dan mengambil keputusan.

Ia berharap Pekan Literasi 2026 di SMAN 1 Sumenep menjadi pemantik lahirnya lebih banyak pelajar yang gemar membaca, berani menulis, kritis terhadap informasi dan produktif menghasilkan karya.

“Pelajar harus punya semangat gemar membaca, berani menulis, kritis berpikir dan kreatif berkarya demi membangun Kabupaten Sumenep semakin maju,” pungkasnya. (*/ady)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x