
Foto: Pose bersama para peserta “Digital Woman Class” bersama Lead Indonesia Foundation, PT Raharja Energi Cepu Tbk, KPI Sumenep dan Fasilitator kegiatan, Setara Perempuan. SUMENEP, Detektifjatim.com – Arus digitalisasi yang pesat menuntut kemampuan adaptasi dari seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perempuan.
Merespons tantangan tersebut, LEADS Indonesia Foundation berkolaborasi dengan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) dengan menggandeng Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Sumenep dan Setara Perempuan resmi membuka program “Digital Woman Class” pada Kamis (17/9/2026) bertempat di Cafe Tanean, Sumenep.
Program yang diikuti oleh 25 peserta perempuan ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kapasitas diri dan pemberdayaan ekonomi melalui pemanfaatan teknologi digital. Ketua Pelaksana kegiatan, Erlina Novita Sari, menyatakan bahwa inisiatif ini berangkat dari permasalahan perempuan yang kurang berdaya secara ekonomi akibat terbatasnya
pemahaman dan akses ke ruang digital.
“Jadi kita berdayakan untuk kemudian bisa punya marketplace sendiri. Kemudian kita bisa punya aktivitas digital, untuk kemudian menambah ekonomi di usaha UMKM yang sudah ibu-ibu punya,” jelas Erlina.
Langkah ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Ketua KPI Sumenep, Nunung Fitriana, yang memandang kolaborasi tersebut sebagai aksi nyata kepedulian terhadap kemajuan perempuan di daerah. “Suatu kehormatan bagi kami, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), digandeng oleh institusi dari luar seperti LEADS dan RATU nanti mau memberdayakan anggota kami,” tuturnya.
Lebih dari Sekadar Pelatihan Keterampilan, Menghadirkan Dukungan Emosional Melalui
Pendekatan Peer Group
Berbeda dengan program pelatihan bisnis pada umumnya, “Digital Woman Class” merancang kurikulum yang komprehensif dengan menyentuh aspek psikologis peserta.
Rangkaian kelas intensif yang akan berjalan sepanjang bulan Oktober 2026 ini tidak hanya sekadar mendatangkan pemateri dari kalangan praktisi ahli seperti desainer grafis, spesialis konten pemasaran, hingga praktisi live streamer, tetapi juga mengusung metode pendampingan berkelanjutan.
Para peserta dikelompokkan ke dalam enam Peer Group (kelompok sebaya) berdasarkan spesifikasi jenis usaha mereka, yang mencakup sektor kuliner dan makanan olahan, kecantikan,
fesyen, ritel, hingga para perintis usaha baru (business starter).
Pengelompokan spesifik ini dirancang agar keberhasilan pelatihan tidak hanya berfokus pada transfer ilmu digital semata, melainkan juga untuk membangun dukungan emosional antar peserta.
Sebagai fondasi awal, program ini menghadirkan sesi Collective Care Psikososial yang dipandu oleh praktisi psikologi, Zakiyatul W. Taulina, S.Psi., CCP., CCHP., CTRP dari Pioner Indonesia.
Sesi ini membekali peserta dengan teknik meregulasi stres kepemimpinan dan ruang aman (Peer Support Group), memastikan mereka tidak merasa sendirian dalam menghadapi tantangan
bisnis dan beban ganda.
Dukungan emosional yang erat dari sesama pengusaha perempuan ini
diharapkan menjadi pendorong agar mereka bisa terus bertumbuh, saling menguatkan, dan berdaya bersama.
Sinergi Kolaboratif untuk Perempuan Mandiri
Ketua LEADS Indonesia Foundation, Maliki Febriantono Saputra, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendampingi para peserta hingga mampu beradaptasi dengan pasar
digital. “Di sini kita datang sebagai partner kolaborasi, yang harapannya menjadi katalis untuk ibu nanti bisa meningkatkan dari segi perekonomian, dari segi pemahaman digital,” papar Maliki.
Senada dengan hal tersebut, Direktur PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), Alexandra Sinta Wahjudewanti, turut menyoroti tingginya daya juang perempuan di Sumenep.
“Suatu tantanganya, di mana perempuan itu harus mandiri. Dan saya senang sekali di sini juga ada program
digital entrepreneur ini untuk ibu-ibu. Ini saya bilang hebat ibu-ibu ini, ibu pun udah sibuk, masih juga bekerja,” ungkap Alexandra.
Ke depannya, para peserta “Digital Woman Class” akan dibekali keterampilan yang sangat relevan dengan kebutuhan pasar saat ini, mulai dari pemahaman Literasi Digital & Keamanan Tubuh Digital, strategi Digital Marketing, pembuatan Video Grafis TikTok, hingga taktik Live Selling guna mengoptimalkan promosi produk mereka secara masif di kancah digital. (*/Zun)

Tidak ada komentar