
Salah satu anggota TPS3R menunjukkan limbah yang sudah jadi POC.
PAMEKASAN, detektifjatim.com – Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) TPS3R Bintang Jaya, Desa/Kecamatan Pakong, Pamekasan, mulai mengembangkan inovasi pengolahan sampah organik menjadi Pupuk Organik Cair (POC).
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya agar keberadaan TPS3R tidak hanya sebatas tempat pengumpulan, pengangkutan dan pemilahan sampah, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang bisa dimanfaatkan masyarakat.
Ketua TPS3R Bintang Jaya, Bagus, mengatakan POC yang dikembangkan masih dalam tahap uji coba. Sejumlah bahan organik digunakan dalam proses pembuatannya, termasuk air lindi, EM4, tetes tebu atau molase, daun kelor dan ampas kopi.
“Jadi kami tidak ingin sampah hanya selesai diangkut dan dipilah. Dari sampah organik ini kami mencoba menghasilkan POC yang nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat,” kata Bagus.
Daruttamam, salah satu perangkat desa setempat mengatakan, uji coba penggunaan POC saat ini dilakukan terhadap sejumlah tanaman. Tanaman hortikultura seperti tomat dan cabai dinilai cukup potensial untuk penggunaan pupuk tersebut.
Sementara untuk tanaman tembakau, pihaknya masih melakukan pengamatan, khususnya terhadap pertumbuhan daun.
“Kalau untuk hortikultura seperti tomat dan cabai cukup cocok. Untuk tembakau masih kami uji, terutama melihat pengaruhnya terhadap pertumbuhan daun,” jelasnya.
Untuk memastikan kualitas POC, kata Darut, TPS3R Bintang Jaya juga berencana melakukan pengujian laboratorium dengan melibatkan Universitas Trunojoyo Madura (UTM).
Darut menyebut, komunikasi dengan pihak UTM sejauh ini masih dilakukan secara lisan. Kebetulan terdapat mahasiswa atau pihak yang menawarkan diri untuk membantu pengembangan produk tersebut.
“Kami masih menunggu teman-teman UTM. Harapannya nanti POC ini bisa diuji di laboratorium sehingga kami tahu kualitas dan kandungannya,” pungkasnya. (ady)

Tidak ada komentar