x

Berguru ke Ibu Sendiri, Qori’ah Alfina Rahma Mawaddah Qori’ah Jadi Sarjana NU Inspiratif

2 minutes reading
Sunday, 15 Feb 2026 12:27 17 detektif_jatim

JATIM, detektifjatim.com – Pribahasa Arab “Ibu adalah sekolah pertama” berlaku kepada Alfina Rahma Mawadah. Betapa tidak, ustadzah Alfina belajar tarik suara langsung dari ibunya.

Dara pasangan Agus Murdianto dan Mukhlisah pertama kali belajar qiro’ah langsung dari ibunya. Sejak kecil perempuan yang dilahirkan di Desa Kedung Peluk, Kecamatan Candi, Sidoarjo itu sudah memiliki suara yang indah.

Sejak kecil dia menunjukkan bakat luar biasa di bidang qira’ah dan salawat. Dan terus berkembang seiring bertambahnya umur. Tarik suara ayat Al-Qur’an dan syair keagamaannya kemudian menjadi ciri khasnya.

Dibalik suaranya yang khas, Ustadzah Alfina-sapaan akrabnya-memiliki segudang prestasi. Antara lain pemenang juara 1 MTQ virtual pemuda Se-Indonesia yang dipublikasikan 1 Oktober 2020 PIAUD Unusida

Lulusan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) juara 1 dalam ajang kompetisi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) virtual pemuda tiingkat Mahasiswa se-Indonesia. Dia berhasil mengalahkan peserta dari seluruh Indonesia.

Lomba yang merupakan ajang nasional memperebutkan piala Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor, menyediakan hadiah puluhan juta rupiah. Pengumuman pemenang lomba MTQ yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Universitas Islam Kalimantan (Uniska) dilakukan 18 Oktober 2020.

Alfina menyampaikan rasa syukur dan bahagianya atas prestasi ini, karena dapat membawa hasil yang membanggakan. Ia berharap prestasinya dapat menginspirasi teman-teman muda lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi.

Suara merdunya juga bisa dilihat di beberapa channel YouTube. Salah satu yang menonjol adalah penampilan cover qira’ah dan salawat seperti Qad Anshaha, Kalamun Qadim, dan Syaikhuna. Video-videonya telah ditonton oleh ratusan ribu penonton.

Selain prestasinya di MTQ, Alfina juga dinobatkan sebagai wisudawan berprestasi dalam wisuda UNUSIDA, serta dinobatkan menjadi “Sarjana NU Inspiratif” oleh Konferensi Cabang III ISNU Sidoarjo 16 Oktober 2020 lalu.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x