x

Aktor Film Preman Pensiun “Ganti Peran” Jadi Petugas Layanan Pengadaan LPSE Sumenep

3 minutes reading
Wednesday, 28 Jan 2026 09:17 157 detektif_jatim

Sumenep, detektifjatim.com Komedian tanah air boleh kehilangan Epy Kusnandar, namun aktor yang meninggal dunia akhir Desember 2025 itu tetap bisa mengobati rindu penggemar. Almarhum terkenal dengan preman pensiun itu “ganti peran” menjadi petugas layanan pengadaan LPSE Sumenep.

Sosok tersebut adalah Syamsul Arifin, pegawai negeri sipil (PNS) asal Sumenep. Di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, nama Syamsul sudah lama dikenal. Namun belakangan, ia punya julukan tak resmi dari rekan-rekannya: “Epy Kusnandar KW”.

Bukan tanpa alasan. Wajah dan ekspresi khasnya kerap mengingatkan orang pada aktor komedi ternama Epy Kusnandar. Julukan itu melekat, membuat suasana kantor sering lebih cair di tengah rutinitas birokrasi yang padat.

Syamsul bukan sekadar sosok penghibur. Ia adalah bagian penting dari perjalanan sistem pengadaan elektronik di Sumenep. Kariernya dimulai sebagai pegawai harian lepas (PHL) sejak 2001. Di masa pemerintahan Presiden SBY, usai lulus SMA dia mencoba peruntungan untuk menjadi abdi pemerintah. Hasilnya lulus.

Semangat untuk berkembang dilanjutkan dengan kuliah di Universitas Wiraraja (UNIJA), ambil jurusan Ekonomi Manajemen, pada 2003. Tapi, tidak sampai selesai.

Syamsul pernah menjadi staf Badan Pendapatan Daerah (Bappeda). Lanjut di Bagian Pembangunan sekitar 2014. Lalu, pada 2019, ia ke perikanan. Pria kelahiran Bangselok, Kota Sumenep akhirnya menemukan “rumah” utamanya: LPSE Sumenep.

Di LPSE, Syamsul berperan sebagai admin sistem sistem pengadaan secara elektronik (SPSE). Meski tidak ahli dalam seluk-beluk aplikasi, katalog elektronik, hingga siklus tender setidaknya dia menjadi tumpuan warga yang mengandalkan sistem pengadaan elektronik.

Versi demi versi sistem ia lewati, termasuk wacana integrasi SPSE versi 5 ke dalam Inaproc. Namanya, sering dicari orang, tujuannya bertanya persoalan teknis dalam proses pengadaan.

Namun bekerja di balik sistem tak selalu mudah. Ketika server down atau aplikasi bermasalah, LPSE kerap menjadi sasaran keluhan. “Disini yang diserang,” candanya.

Nah, jika serangan itu datang, Syamsul hanya pasrah, hanya menunggu proses maintenance dari pusat. Solusi langsung tak selalu bisa dilakukan.

“Yang tersedia hanya membuat tiket laporan dan bersabar,” ucapnya.

Meski begitu, ia tetap menjalani tugas dengan konsisten. Ia masih ingat masa SPSE versi manual, ketika proses berjalan lebih sederhana. “Dulu tidak ada kendala besar. Setelah BAST selesai, pencairan langsung bisa,” kenangnya.

Kini, sistem makin kompleks, kendala lebih sering muncul, tetapi ia tetap menjadi salah satu penjaga stabilitas layanan. Di balik semua itu, Syamsul adalah kepala keluarga dengan tiga anak.

Rekan-rekannya mengenal ia sebagai sosok ramah, mudah diajak bercanda, namun serius saat bekerja. Dia menjadi bagian dari roda layanan pengadaan yang jarang terlihat publik, namun sangat menentukan jalannya pembangunan daerah.

Mungkin banyak yang mengenalnya sebagai “Epy Kusnandar KW”. Tapi bagi LPSE Sumenep, Syamsul Arifin adalah lebih dari sekadar julukan. Ia adalah wajah di balik layar sistem, yang tetap siaga meski sering hanya bisa menunggu baris demi baris proses digital berjalan. (ady)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x