
LUMAJANG, detektifjatim.com – Gerakan rakyat di Desa Tunjungrejo memasuki babak baru yang lebih terorganisir, Rabu, (14/01/2026). PC PMII Lumajang secara resmi melakukan pendampingan untuk memastikan aksi swadaya masyarakat tidak terhenti begitu saja.
Sebelumnya, warga Desa Tunjungrejo, Kecamatan Yosowilangun nekat memperbaiki jalan kabupaten dengan biaya mandiri. Sedikitnya, Rp30 juta terkumpul untuk memperbaiki jalan yang sering dilewati truk pasir tanpa terpal itu.
Disaat yang sama, Pemkab Lumajang merehabilitasi Alun-Alun. Anggaran yang dihabiskan senilai Rp3,6 miliar.
Ketua PC PMII Lumajang Saiful Hadi menegaskan komitmen organisasinya untuk berdiri bersama rakyat dalam menuntut keadilan infrastruktur.
“Kami tidak akan membiarkan warga berjuang sendirian. Sebagai bentuk keseriusan, kami telah menerjunkan langsung Kepala Bidang Advokasi dan Gerakan untuk mengawal penuh keresahan masyarakat Tunjungrejo hingga ke meja kebijakan,” tegasnya.
Pemerintah Desa (Pemdes) Tunjungrejo menyambut baik kehadiran aktivis mahasiswa itu saat mendatangi kediamannya. Kepala Desa Tunjungrejo Sudarto memberikan lampu hijau dan mempersilahkan PMII menjadi penyambung lidah ke tingkat kabupaten.
“Ya monggo kalau niatnya seperti itu, kami persilahkan. Kami harap PMII benar-benar jadi jembatan agar aspirasi warga kami direspon cepat oleh Pemkab,” ucap Sudarto
Respon positif juga datang langsung dari warga, Mereka menyambut baik niatan aktivis PMII yang mau pasang badan melakukan pengawalan atas keresahan masyarakat. Pasca terjun langsung, PC PMII melakukan kajian mendalam dan mengeluarkan pernyataan sikap resmi untuk mengawal persoalan itu sampai didengar Pemerintah Kabupaten.
Sekretaris Bidang Advokasi dan Gerakan PC PMII, M. Daffa Akbar Al Farros mengatakan, sebagai langkah konkret, PC PMII telah melayangkan surat resmi ke kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lumajang untuk mempertanyakan sikap pemerintah terhadap polemik infrastruktur tersebut.
“Hari ini kami sudah menyerahkan surat tersebut secara resmi. Kami ingin memastikan bahwa keluhan warga Tunjungrejo bukan sekadar angin lalu, melainkan menjadi agenda mendesak yang harus segera disikapi oleh dinas terkait,” jelasnya.
Surat tersebut diterima langsung oleh staf bagian umum Dinas PU. Pihak dinas menyatakan akan segera memproses surat tersebut untuk disampaikan kepada pimpinan.
“Surat sudah kami terima dan segera kami naikkan ke pimpinan untuk mendapatkan tindak lanjut,” ujar salah satu staf penerima surat di kantor Dinas PU. (c1/ady)
No Comments