x

Bamus Madura Madas Resmi Dibentuk, Emil Dardak Tekankan Investasi Harus Aman dari Gangguan

3 minutes reading
Wednesday, 1 Apr 2026 15:03 21 detektif_jatim

BANGKALAN, detektifjatim.com Tiga organisasi masyarakat (ormas) Madura Asli (Madas) resmi membentuk Badan Musyawarah (Bamus) Madura dalam momentum halal bihalal yang digelar di Gedung Serba Guna Rato Ebhu Bangkalan, Rabu (01-04-2026).

Pembentukan wadah bersama ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat persatuan masyarakat Madura sekaligus menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif.

Tiga ormas yang terlibat dalam pembentukan Bamus tersebut yakni Madas Nusantara, Madas Serumpun, dan Madas Sedarah. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan itu juga menjadi ruang konsolidasi untuk menyatukan gerak organisasi dalam mendorong pembangunan Madura.

Ketua Umum Madas Nusantara, Jusuf Rizal, mengatakan Bamus Madura dibentuk bukan sekadar sebagai forum komunikasi antarlembaga, melainkan juga sebagai wadah pembinaan dan penguatan ormas agar memiliki kontribusi nyata terhadap kemajuan daerah.

“Lewat halal bihalal ini, kita juga meluncurkan Badan Musyawarah Bamus Madura. Ormas-ormas ini akan kita wadahi, kita bina, kita didik, dan kita kembangkan menjadi organisasi yang tradisional, modern, mandiri, serta mampu mendorong hadirnya investasi asing di Pulau Madura,” ujarnya.

Menurut Jusuf, salah satu persoalan utama yang selama ini menjadi hambatan masuknya investasi ke Madura adalah masih melekatnya stigma negatif terhadap daerah tersebut. Persepsi tentang konflik, gangguan keamanan, hingga biaya ekonomi tinggi dinilai membuat investor berpikir ulang untuk menanamkan modal.

“Banyak investor datang ke Madura itu enggan karena stereotipnya sudah jelek. Dianggap rawan konflik, high cost economy, dan sudah berinvestasi pun masih diganggu,” tegasnya.

Karena itu, melalui Bamus Madura, pihaknya berkomitmen untuk menjadi penghubung antara masyarakat, organisasi, dan pelaku usaha agar setiap potensi persoalan di lapangan dapat diminimalkan sejak awal.

Ia juga menyebut pihaknya akan membangun komunikasi dengan sejumlah organisasi pengusaha seperti Kadin, Apindo, dan Hipmi guna memperkuat kepercayaan investor terhadap Madura.

“Ayo investasi di Madura. Bamus Madura menggaransi tidak akan ada gangguan. Kalau ada, itu menjadi tanggung jawab kami,” katanya.

Tak hanya bicara soal investasi, Jusuf juga menekankan pentingnya keberpihakan terhadap sumber daya manusia lokal. Menurutnya, masyarakat Madura harus menjadi pihak pertama yang merasakan manfaat dari investasi yang masuk ke wilayahnya.

“Tenaga kerja dari orang-orang Madura harus memperoleh prioritas pertama. Kalau kompetensinya masih kurang, akan kita tingkatkan melalui pelatihan dan sertifikasi,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyambut positif pembentukan Bamus Madura. Ia menilai, forum semacam itu penting untuk memperkuat komunikasi, menjaga kebersamaan, dan menjadi sarana penyaluran aspirasi masyarakat Madura, baik yang tinggal di kampung halaman maupun di perantauan.

“Kita harapkan komunikasi dan silaturahmi terus terjalin dengan baik, sehingga kita bisa menyerap aspirasi dan menyampaikan masukan dalam suasana kekeluargaan demi kemaslahatan masyarakat,” ujar Emil.

Menurut Emil, cita-cita besar membangun Madura tidak akan lepas dari terciptanya stabilitas sosial dan iklim investasi yang sehat. Karena itu, ia menegaskan bahwa investasi yang masuk ke Madura harus berjalan lancar tanpa gangguan agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Di kampung halaman tentu ada cita-cita untuk membangun Madura, investasi yang lancar dan jauh dari gangguan supaya Madura maju,” katanya.

Emil juga menyoroti pentingnya peran masyarakat Madura di perantauan dalam menjaga solidaritas dan membawa citra positif daerah. Ia menilai, semangat saling membantu yang selama ini menjadi ciri khas warga Madura harus terus dipertahankan, sekaligus menjadi modal sosial untuk mendukung pembangunan.

“Fokus di perantauan adalah saling membantu sesama. Mereka tetap membawa nama baik Madura sebagai masyarakat yang punya budaya, keramahan, dan kuliner yang sangat baik,” pungkasnya. (San)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x