x

Sumur Bor di Banyuates Keluarkan Gas Mudah Terbakar, Polisi Pasang Garis Pengaman

2 minutes reading
Thursday, 15 Jan 2026 07:56 154 detektif_jatim

SAMPANG, detektifjatim.com– Sumur bor di Desa Planggaran Timur, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, mendadak mengeluarkan gas berbau menyengat yang mudah terbakar. Fenomena tersebut terjadi saat pengeboran dilakukan untuk mencari sumber air irigasi pertanian, dan kini menjadi perhatian aparat kepolisian setempat.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu malam, 14 Januari 2026, sekitar pukul 20.00 WIB. Gas muncul ketika pengeboran mencapai kedalaman antara 51 hingga 53 meter. Saat api didekatkan ke ujung pipa bor, nyala api langsung menyambar, menandakan gas tersebut sangat mudah terbakar.

Sumur bor tersebut berada di lahan milik Madus (49), warga Dusun Kertaker, Desa Planggaran Timur. Pengeboran dikerjakan oleh Saruki (35), tukang bor asal Desa Banjar Billah. Awalnya, pengeboran bertujuan untuk mendapatkan sumber air bagi kebutuhan pertanian dan warga sekitar.

Mengetahui adanya gas berbahaya, pemilik lahan segera menghentikan pengeboran demi keselamatan. Bau gas yang menyengat dan sifatnya yang sensitif terhadap api menimbulkan kekhawatiran akan risiko kebakaran.

Kapolres Sampang melalui Kapolsek Banyuates IPTU Siswanto bersama anggota Polsek Banyuates langsung mendatangi lokasi pada Kamis, 15 Januari 2026. Polisi kemudian memasang garis pengaman (police line) di sekitar area sumur bor untuk mencegah warga mendekat.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar lokasi sumur bor karena ada potensi kebakaran. Langkah ini dilakukan demi keselamatan bersama,” ujar IPTU Siswanto.

Lokasi sumur diketahui berjarak sekitar 100 meter dari permukiman warga. Meski demikian, aparat tetap meningkatkan kewaspadaan. Pihak kepolisian juga telah melaporkan kejadian ini kepada Kapolres Sampang dan akan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM untuk memeriksa kandungan gas yang keluar dari dalam tanah.

“Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait dan ahli dari Kementerian ESDM guna memastikan jenis gas yang keluar, serta dampaknya bagi lingkungan dan masyarakat,” tambah IPTU Siswanto.

Hingga saat ini situasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait fenomena tersebut. (van/ady)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x