
Foto: pembagian homebase liga 4 Regional Jatim (dok/ist). PAMEKASAN, detektifjatim.com – Aliansi Suporter Persepam Pamekasan menyatakan kekecewaan terhadap PSSI Jawa Timur.
Pasalnya, tuan rumah pertandingan mendadak dipindah ke Pasuruan United. Keputusan tersebut dipersoalkan karena dinilai tidak mempertimbangkan standar kelayakan lapangan, terlebih kompetisi saat ini telah memasuki babak 16 besar.
Akibatnya, sebagai bentuk protes, suporter merencanakan akan menggelar aksi demonstrasi besok (hari ini). Aksi tersebut berkaitan dengan penetapan Pasuruan United sebagai tuan rumah, yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan lapangan untuk menggelar pertandingan penting.
Para suporter mempertanyakan keputusan PSSI Jawa Timur yang secara tiba-tiba memindahkan venue pertandingan.
Sebelumnya, laga tersebut direncanakan berlangsung di Pamekasan, yang dinilai memiliki stadion representatif dan telah berpengalaman menggelar pertandingan berskala nasional.
“Ini sudah fase 16 besar. Seharusnya tidak ada keputusan mendadak yang mengubah tuan rumah. Apalagi stadion Pamekasan sebelumnya sudah ditetapkan standar FIFA dan stadion juga layak,” ujar Kholis salah satu perwakilan suporter.
Menurut Kholis, lapangan di Pasuruan dinilai belum memenuhi standar FIFA, baik dari sisi kualitas rumput, fasilitas pendukung, maupun aspek keselamatan pemain.
Kata Kholis, Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai dasar penilaian dan rekomendasi teknis yang digunakan PSSI Jawa Timur.
Kholis juga mempertanyakan alasan Pamekasan tidak lagi dijadikan tuan rumah. Padahal Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) selama ini dinilai memenuhi persyaratan dan kerap digunakan untuk pertandingan resmi.
Terkait rencana aksi demonstrasi besok, tambah Kholis, suporter menilai seharusnya ada peran aktif dari Badan Eksekutif Pengawas Sepak Bola Jawa Timur untuk mengawal dan mengevaluasi kebijakan tersebut. Mereka secara khusus menunggu sikap dan tanggapan Johan Esco selaku pimpinan badan pengawas sepak bola di Jawa Timur.
“Pengawasan harus berjalan. Badan eksekutif pengawas jangan diam ketika ada keputusan yang dinilai merugikan klub dan suporter,” pintanya.
Sementara itu saat dilakukan konfirmasi ke Sekretaris PSSI Jatim, Djoko Tetuko belum memberikan tanggapan mengenai hal tersebut. (udi/ady).
No Comments