x

Protes Anggaran Jalan Pemkab Lumajang, Warga Tunjungrejo Swadaya Rp30 Juta Tambal Jalan Kabupaten

2 minutes reading
Tuesday, 13 Jan 2026 08:06 204 detektif_jatim

LUMAJANG, detektifjatim.com Warga Desa Tunjungrejo, Kecamatan Yosowilangun nekat memperbaiki jalan kabupaten dengan biaya mandiri. Biaya secara swadaya itu semestinya menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang.

Sedikitnya, Rp30 juta sudah terkumpul untuk memperbaiki jalan yang sering dilewati truk pasir tanpa terpal itu. Hingga Senin (12/1) sore, akses jalan sepanjang 2 kilometer tersebut masih ditutup rapat oleh warga agar tambal sulam mengering.

Kepala Desa Tunjungrejo, Sudarto, menegaskan, langkah tersebut adalah darurat demi keamanan warga. Sebab, jika hanya menunggu anggaran, dikhawatirkan korban kecelakaan bertambah banyak.

“Kalau cuma diam menunggu anggaran, korban kecelakaan pasti tambah banyak. Makanya kami bersama RT, RW, dan warga sepakat bergerak sendiri daripada terus melihat warga terjatuh di lubang jalan,” ujarnya.

Oky, warga yang terdampak langsung dari ratusan truk pasir overtonase menyebut, aksi tutup jalan dan perbaikan mandiri itu adalah cara terakhir karena warga merasa dibiarkan bertaruh nyawa setiap hari.

“Kami sudah tidak tahan. Masa harus nunggu ada korban lagi baru bertindak? Anak sekolah tiap hari lewat sini taruhannya nyawa karena lubangnya dalam-dalam. Karena pemerintah tidak kunjung datang, ya kami perbaiki sendiri. Ini jalan masih kami tutup biar semennya keras dulu, jangan sampai hancur lagi dilewati truk,” cetusnya dengan nada kecewa.

Bagi masyarakat, kata Oky, dana 30 juta hasil patungan rakyat kecil ini seharusnya membuat pemerintah malu. Mereka merasa selama ini hanya mendapat ampas berupa debu dan jalan rusak, sementara keuntungan tambang mengalir ke pihak lain tanpa ada pemeliharaan jalan yang layak.

“Harusnya pemerintah malu, masa jalan kabupaten yang perbaiki warga sendiri? Kami yang kena debu, kami juga yang harus keluar modal buat benerin. Kami harap setelah ini ada tindakan permanen dan pengawasan tonase diperketat. Jangan sampai keringat warga ini sia-sia karena truk pasir masih bebas bawa muatan berlebih,” tegasnya.

Oky menambahkan, aksi ini sekaligus menjadi peringatan keras Pemkab Lumajang harus segera mengambil langkah konkret. Tanggung jawab pemeliharaan infrastruktur kabupaten sepenuhnya berada di tangan pemerintah daerah, bukan dibebankan kepada pundak rakyat secara terus-menerus melalui jalur swadaya.

“Warga menuntut rehabilitasi jalan secara menyeluruh, karena perbaikan mandiri seperti ini hanyalah solusi sementara yang lahir dari rasa putus asa masyarakat atas abainya tanggung jawab negara,” ucapnya. (c1/ady)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x