
SUMENEP, detektifjatim.com – Forum Mahasiswa Kangayan (Formaka) menagih janji pembangunan jalur utara Kangean yang diucapkan Bupati Sumenep, Ahamad Fauzi Wongsojudo dalam sambutannya di Pondok Pesantren wilayah itu pada tahun 2024 silam.
Formaka melalui anggotanya, Salman menyebut, kondisi pembangunan infrastruktur di perbatasan poros utara, tepatnya Desa Jukong-Jukong serta poros selatan Batuputih – Cangkaraman— yang kondisinya sangat memprihatinkan.
Menurutnya, kedua poros tersebut menjadi jalur vital mobilitas masyarakat Kangean dalam menjalankan roda ekonomi sehari-hari.
“Bisa dicek jejak digitalnya. Katanya dianggarkan Rp16 M untuk poros utara, tapi tidak tuntas hingga ke perbatasan, bahkan poros selatan tidak tersentuh,” ungkapnya, Sabtu (24/01/2026).
Salman menilai, kondisi tersebut menunjukan ketimpangan pembangunan infrastruktur dan keberpihakan kebijakan yang tidak merata.
“kalau anggaran miliaran sudah disebut ke publik, tapi jalan masih rusak, maka masalahnya bukan geografis, melainkan keberpihakan kebijakan,” ujar Salman.
Ia juga berharap, pembangunan infrastruktur tidak hanya berhenti di poros utara, tetapi sampai ke poros selatan, dengan kondisi medan geografis sangat curam dan berbahaya.
Selain itu, ia mendorong kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk mengevaluasi secara menyeluruh realisasi pembangun infrastruktur di pulau itu guna janji Bupati Sumenep tidak berhenti pada tataran wacana.
Seharusnya, menurut Salman, capaian pembangunan diukur dengan dampak nyata yang dirasakan lansung oleh masyarakat.
“Jika masyarakat masih terisolasi akibat infrastruktur yang buruk, pembangun belum dikatakan berjalan secara berkeadilan,” pungkasnya. (*/Azm)
No Comments